Semangat Internet Broadband Tidak Pernah Padam
Hari ini tanggal 30 Januari 2009, merupakan hari kerja terakhir saya di Cisco Indonesia, setelah hampir tujuh tahun. Sudah saatnya bagi saya untuk mengalihkan tongkat estafet dan memasuki tahap baru dalam kehidupan saya.
Namun gairah saya akan Internet, kolaborasi, dan jaringan masih tetap sama. Saya masih memimpikan sebuah Indonesia dengan seluruh penduduknya yang saling terhubung dengan media Internet broadband. Masa kerja saya di Cisco sudah membuka jalannya, sekarang penerus saya yang akan menggarap jalan tersebut. Sementara saya akan tetap menggiatkan semangat ini dari luar Cisco.
Apa tandanya broadband sudah masuk sampai ke rumah-rumah di Indonesia? Tidak ada lagi lapak-lapak yang menjual CD berisi MP3 dan DVD. Karena semuanya sudah bisa didownload dari rumah.
Obama sebelum dilantik menyempatkan berpidato di tempat yang sama di mana Martin Luther King Jr melakukan pidato legendarisnya. Di tempat yang sama tersebut, Obama menggerakkan rakyatnya untuk tetap percaya kepada mimpinya, menyamakan mimpi setiap orang dan mengajak mereka bersama-sama mewujudkan mimpinya.
Mimpi adalah yang dimiliki dan dipelihara oleh setiap orang di dunia ini. Mimpi adalah tujuan bagi setiap manusia dalam menjalani hidupnya. Seperti cerita dari tetralogi Laskar Pelangi. Sebuah cerita tentang bagaimana tokoh utamanya, Ikal, memelihara mimpinya untuk terus hidup dan sekaligus perjuangannya untuk mewujudkan mimpi tersebut.
Walau setiap orang memiliki mimpi yang berbeda-beda, seorang pemimpin, baik di lingkungan terkecil sekalipun seperti keluarga sampai pemimpin yang melayani banyak orang di negaranya, harus bisa menerjemahkan semua mimpi yang dimiliki oleh setiap individu menjadi satu mimpi yang dimiliki dan diwujudkan bersama.
Indonesia sebagai satu negara besar memiliki mimpi. Bangsa ini pernah disebut dan diakui sebagai bangsa yang besar oleh banyak negara lain, dan sampai saat ini saya masih percaya bahwa Indonesia masih layak disebut sebagai bangsa yang besar. Selayaknya bangsa yang besar, seluruh rakyatnya dipersatukan oleh satu mimpi.
Satu mimpi tersebut adalah mampu bersanding dengan negara-negara lainnya karena keberhasilannya menyebarkan kesetaraan kesempatan bagi seluruh individu.
Pemerintah telah membangun infrastruktur transportasi untuk mempermudah rakyatnya bepergian. Perjalanan Jakarta - Surabaya - Jakarta bisa dilakukan dalam sehari, walaupun pelancong merasakan kelelahan fisik. Jalan tol dibangun untuk mempermudah perpindahan hasil bumi dan produksi pabrik sampai ke tangan pengguna. Ditambah sarana telekomunikasi, yang mempermudah setiap individu melakukan kontak suara tanpa dibatasi kabel lewat telepon mobile.
Tanpa harus melakukan perdebatan panjang, harus diakui bahwa infrastruktur yang dibangun telah memberikan kesempatan bagi lebih banyak orang untuk mewujudkan mimpinya, dibandingkan saat infrastruktur tersebut belum ada. Tetapi kebutuhan untuk dapat bersaing dan turut berdiri sejajar dengan negara yang lain turut berkembang. Dibutuhkan sesuatu yang lebih cepat dan secara langsung sampai ke tujuan.
Infrastruktur Internet broadband kini menjadi mimpi dari tidak sedikit individu di Indonesia. Internet broadband adalah masa depan yang menjadi garis depan, yang justru sekarang ini untuk lebih mendukung infrastruktur tranportasi yang sudah terbangun.
Sama seperti jalan tol yang menghubungkan dari kota ke kota. Daerah -daerah yang dihubungkan oleh jalan tol mempunyai kesempatan untuk saling bertransaksi dengan lebih cepat. Sementara daerah yang dilalui jalan tol juga mendapatkan kesempatan baru, dengan membuka restoran, pompa bensin, tempat peristirahatan dan lainnya.
Bukannya Indonesia belum memiliki Internet broadband. Layanan ini sudah tersedia namun distribusinya belum merata. Indonesia juga tidak bisa dibilang ketinggalan teknologi, karena buktinya beberapa teknologi justru pertama kali diluncurkan pertama di Indonesia.
Pilihan untuk menggelar Internet broadband juga cukup banyak tersedia, baik berbasis kabel maupun nirkabel. Untuk kabel, tersedia ADSL dan fiber optic. Untuk nirkabel tersedia hotspot di area publik, GPRS, 3G dan layanan ISP lokal kompleks rumahan. Dan masih ditunggu bagaimana kiprah Wimax di Indonesia. Ini semua menunjukkan teknologi yang siap digelar lebih luas.
Internet memiliki kekuatan lebih besar daripada jalan tol. Internet memberikan kesempatan untuk berhasil yang sama dengan seluruh penduduk di dunia. Jaringan Internet memiliki kecepatan super ekspres untuk sampai ke tempat tujuan, tepat di depan muka sasaran.
Tak heran jika Obama punya cita-cita untuk mendorong Internet bisa sampai ke setiap pelosok pertanian di Amerika. Obama menginginkan hasil bumi Amerika dapat dengan cepat dipromosikan dan diterima oleh belahan bumi yang lain.
Di Indonesia sendiri Internet juga telah digunakan oleh banyak pengusaha, termasuk UKM dengan jumlah pegawai kurang dari hitungan jari untuk menjangkau pasar lebih luas yaitu dunia. Para pengusaha dapat memangkas biaya rantai distribusi untuk lebih cepat mengantarkan produknya sampai ke tangan konsumen. Tanpa toko berbentuk fisik, tampilan virtual sudah menarik
banyak pengunjung untuk dari sekedar melihat dan berlanjut ke hubungan bisnis.
Pernah koneksi Internet Indonesia dengan dunia terputus, karena kabel bawah tanah di laut mengalami gangguan. Jika dipikir Indonesia tidak mengalami banyak pengaruh karena belum banyak pengguna Internet di Indonesia, pikir ulang kembali. Banyak orang baru merasakan kehilangan setelah yang biasa dinikmati tiba-tiba menguap begitu saja.
Pernah di suatu kala situs jejaring sosial terganggu untuk sementara waktu. Yang terjadi adalah timbunan protes melayang. Banyak yang tiba-tiba merasa kehilangan teman-temannya. Dan lebih banyak kerugian dalam hitungan mata uang karena toko virtualnya, yang digerakkan oleh ibu rumah tangga, untuk sementara waktu terpaksa tutup.
Para insan kreatif juga mendapat bintang jatuh dari berkah Internet. Indonesia, negara yang dulunya kurang terdengar memiliki sumber daya kreatif, tiba-tiba menjadi perhatian dunia karena ternyata menyimpan energi lebih panas dari perut bumi yang terus menerus tumbuh saat dieksplorasi.
Penggemar komik kini tidak hanya menjadi penggemar pasif saja. Mereka yang memiliki bakat meggambar dan menjalin cerita mendapat tempat di kancah komik internasional. Para artis independen bisa saja lebih terkenal di luar Indonesia dibandingkan di negeri sendiri, karena lagu-lagunya dapat dengan mudah didapat dan diperdengarkan lewat Internet.
Mereka, para pengusaha UKM dan insan kreatif adalah pahlawan Internet Indonesia yang tidak sering terdengar. Tanpa banyak kata-kata, mereka menjalankan saja apa yang mereka sukai untuk kemudian diolah menjadi penopang ekonomi. Mereka tidak menginginkan penghargaan, mereka hanya menginginkan kesempatan yang sama.
Tidak hanya sebagai pendukung ekonomi, Internet adalah infrastruktur yang juga punya peran penting dalam memberikan modal bagi suatu bangsa dalam menjalankan roda perekonomian. Untuk membuat mesin-mesin bergerak dalam kecepatan yang sama, Internet memberikan kesempatan yang setara bagi setiap individu di lokasi manapun untuk mendapatkan pengetahuan.
Kualitas pendidikan yang sama adalah yang didapat murid-murid di sekolah yang berlokasi di ujung Sumatera sampai ujung Papua. Para murid memiliki kesempatan untuk masuk ke perpustakaan digital yang menyimpan sumber ilmu, melahap segala literatur yang ditulis oleh para ahli. Para murid dapat memutar materi video e-learning kapan pun saat diperlukan. Para murid mendapatkan kesempatan yang sama mendapatkan pengajar dari lokasi yang berbeda melalui tayangan langsung video berkualitas tinggi, sehingga seakan-akan berada di dalam kelas yang sama walaupun berbeda lokasi.
Para pengajar dapat selalu meningkatkan kualitas pengajarannya, karena mereka dapat saling bertukar pikiran dengan mudah melalui forum diskusi virtual. Para peneliti dapat berkolaborasi dengan para peneliti mana pun untuk menghasilkan temuan riset yang kemudian dapat disebarkan ke para murid.
Kalau ditanyakan kepada saya, apakah kunci mencerdaskan sebuah bangsa, saat ini jawaban satu-satunya adalah Internet broadband. Kesetaraan menjadi kata kuncinya.
Dan siapa yang bertanggung jawab untuk mewujudkan mimpi ini? Kita semua. Tidak bisa menggantungkan mimpi ini ke pemerintah saja, ke para penyedia layanan Internet saja, atau ke para penyedia teknologi saja. Semuanya harus memiliki andil, termasuk pengguna akhirnya, yaitu para konsumen. Para konsumen juga harus tanpa lelah membuktikan bahwa Internet broadband bisa digunakan untuk hal-hal yang produktif sekaligus menghibur. Karena pada akhirnya, saat kita semua mendapatkan manfaat dari Internet broadband, para konsumennya lah yang menentukan untuk apa fasilitas ini dipergunakan.
Pada akhirnya, lelucon di awal tulisan ini hanya akan menjadi sekedar lelucon tanpa harus benar-benar terwujud.
Tanda-tanda sebenarnya dari berhasilnya broadband sampai ke seluruh penjuru Indonesia, adalah generasi Indonesia yang cerdas. Cerita Laskar Pelangi bisa berubah. Ikal dan teman-temannya tidak perlu lagi khawatir untuk tidak mendapatkan mutu pendidikan berkualitas tinggi hanya karena mereka tinggal di lokasi terpelosok.
Proses regenerasi berjalan dengan mulus. Para pemikir muda, para pengusaha muda, para insan kreatif muda bergandengan dengan para seniornya membangun negeri yang dibanggakan ini. Tidak ada jalan lagi bagi mereka yang mencoba membodohi bangsa ini.
Mimpi ini tidak hanya untuk mereka yang hidup di tahun ini atau lima tahun ke depan. Tapi diteruskan untuk generasi berikut.
Dan kepada generasi berikut saya menyerahkan tongkat estafet kepemimpinan Cisco Indonesia dalam mengembangkan Internet broadband. Tapi bukan berarti saya hanya akan berpangku tangan. Dalam kapasitas apa pun, setiap orang bisa dan mampu berkontribusi dalam pengembangan ini, termasuk saya.
Kepada teman-teman semua, saya ucapkan terima kasih yang sedalam-dalamnya atas dukungannya selama ini, khususnya melalui blog ini. Saya akan vakum sebentar dari dunia blogging, dan kembali lagi dengan semangat baru.
Jadi, meskipun mulai besok sudah tidak ada lagi “Irfan Setiaputra, Managing Director, Cisco Indonesia”, tapi masih akan tetap ada “Irfan Setiaputra, pemerhati dan pengguna Internet Broadband Indonesia.” Mari kita berjuang bersama demi mewujudkan mimpi kita ini.
By Irfan Setiaputra on January 30th, 2009 | 15 comments »







Recent Comments